 |
Kemampuannya berjalan di atas air
membuatnya disebut Jesus
bug. |
Water Strider
(pejalan air) --sejenis serangga yang juga dikenal sebagai
Jesus bug-- telah sejak lama membuat takjub para peneliti
karena kemampuannya berjalan di atas air.
Banyak di antara mereka menduga serangga itu
melakukannya dengan cara menapaki gelombang-gelombang kecil
yang terbentuk karena langkah kakinya di permukaan air. Namun
para peneliti dari AS mempelajari bahwa yang dilakukan
serangga itu sebetulnya adalah mendayung air!
Pada awal pengamatan, para peneliti menemukan
bahwa kaki-kaki berambut halus Water Strider, ditambah ukuran
tubuhnya yang kecil adalah rahasia mengapa mereka tidak
tenggelam. Yang masih menjadi pertanyaan kemudian adalah
bagaimana serangga itu berjalan tanpa kakinya menembus
permukaan air.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, para
peneliti menggunakan video berkecepatan tinggi untuk merekam
gerakan serangga itu. Mereka juga mempelajari teori
perpindahan partikel, serta menggunakan air berwarna agar
gerakan serangga dan arus yang ditimbulkannya bisa diamati
lebih jelas.
"Sesuatu yang bergerak di air harus mengalihkan
momentum ke belakang," ujar pimpinan peneliti John Bush,
seorang pakar dinamika fluida. "Bila Anda berenang contohnya,
Anda harus mendorong air ke belakang. Hal itulah yang
seharusnya dilakukan serangga ini. Harus ada air yang
terdorong ke belakang."
Namun pengamatan tidak menunjukkan bahwa
serangga mencelupkan kakinya dan mendayung air. Mereka bahkan
akan tenggelam bila kakinya menembus air. Sebaliknya, mereka
hanya menekan permukaan air, sehingga terbentuk cekungan di
sekitar kaki. Cekungan itu digunakan sebagai ujung "dayung"
yang mengayuh air ke belakang dan mendorong serangga maju ke
depan.
Mendayung Air Dengan Kaki
 |
Dengan air berwarna, ilmuwan dapat
mengamati gerakan air ke belakang yang ditimbulkan
dayungan kaki serangga. |
Bukti
yang bisa diamati berkaitan dengan teori "mendorong air ke
belakang" adalah pusaran air permukaan yang terjadi saat
serangga bergerak maju. Percobaan memperlihatkan bahwa saat
melangkah, kaki-kaki tengah serangga akan menghasilkan arus
bawah air yang tersembunyi. Arus hasil kayuhan kaki itulah
yang mendorong serangga maju ke depan.
"Seperti itulah perahu dayung bergerak. Dayung
akan mendorong air ke belakang dan membuat kapal maju," jelas
Bush. "Serangga pejalan air melakukan hal yang sama, namun
mereka tidak memecah permukaan air melainkan menekannya.
Permukaan yang tertekan itulah yang dijadikan dayung sehingga
ia bisa maju."
Teori hasil pengamatan ini pertama kali
diungkapkan oleh tim dari jurusan Teknik Mekanik dan
Matematika Terapan Massachusetts Institute of Technology (MIT)
di Cambridge, Massachusetts. Untuk membuktikan teori tersebut
mereka kemudian membuat model serangga yang disebut
"Robostrider". Robostrider dirancang agar bergerak persis
seperti serangga pejalan air.
Seperti apa yang dibayangkan dan diamati
sebelumnya, Robostrider menciptakan arus ke belakang di bawah
air saat ia maju ke depan. Namun demikian model yang terbuat
dari aluminimum ringan itu tidak bisa bergerak secepat dan
selincah serangga aslinya. "Walau begitu model ini berhasil
membuktikan teori kami tentang rahasia berjalan di atas air,"
Kata Bush.
Pejalan Cepat
 |
Robostrider, berusaha menyamai gerakan
serangga asli. |
Serangga
pejalan air memiliki tubuh pendek dan ringan. Mereka sering
terlihat di kolam, sungai atau danau. Beberapa jenis dari
serangga yang termasuk dalam keluarga Gerridae ini
bahkan ditemukan di lautan, dan melakukan perjalanan jauh
menuju perairan tropis. Ukurannya bervariasi, dari yang hanya
satu cm hingga jenis yang hidup di Vietnam, 20 kali lebih
besar namun tetap bisa menapaki air.
Keluarga Gerridae memanfaatkan tekanan
permukaan dan rambut-rambut kecil penahan air untuk mengapung.
Kaki-kaki tengahnya digunakan untuk melakukan gerakan
mendayung, sedangkan kaki belakang dipakai sebagai kemudi dan
rem. Dalam pada itu, kaki depan yang bebas dipakai untuk
menangkap mangsanya.
Water Strider melakukan gerakannya sangat
cepat. Ia dapat menempuh 100 kali panjang tubuhnya dalam waktu
satu detik. Hal ini setara dengan seseorang setinggi 1,8 meter
berenang dengan kecepatan 644 kilometer per jam.
Berbeda dengan serangga pejalan air yang bisa
mengapung, permukaan air akan memerangkap serangga jenis lain.
Saat terjebak, seekor serangga biasanya akan meronta-ronta dan
menimbulkan gelombang. Gelombang inilah yang merupakan tanda
adanya makanan bagi Water Strider. Ia akan mendekat, lalu
menghisap cairan mangsanya hingga mati.
(nationalgeographic/Rtr/BBC/wsn)